Korban Ponpes Sidoarjo Ambruk Terus Bertambah

Tragedi runtuhnya Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo menelan korban jiwa yang terus bertambah. Simak update terbaru evakuasi dan fakta penyebab ambruknya bangunan.
S

Shafira

Published on October 3, 2025 at 12:17 PM

Korban Ponpes Sidoarjo Ambruk, Jumlah Tewas Terus Bertambah


Sebuah tragedi memilukan kembali terjadi di Sidoarjo. Bangunan tiga lantai Pondok Pesantren Al Khoziny ambruk saat santri sedang beraktivitas. Hingga kini, jumlah korban terus bertambah. Data terakhir menunjukkan 9 orang tewas, puluhan masih dalam pencarian, dan ratusan lainnya berhasil diselamatkan. Namun kabar beredar jumlah korban tewas bisa lebih banyak dari itu.


Apa yang Terjadi di Ponpes Al Khoziny?

Ambruknya bangunan ponpes ini terjadi mendadak. Santri yang tengah salat dan beraktivitas harian tidak sempat menyelamatkan diri. Dalam hitungan detik, tembok dan atap runtuh menimpa siapa saja yang ada di dalam gedung.


Tim SAR langsung diterjunkan, dibantu relawan dan warga sekitar. Evakuasi tidak mudah karena banyak puing yang berat dan akses terbatas. Sejumlah alat berat pun diturunkan untuk mempercepat pencarian korban.


Korban Tewas Terus Bertambah

Awalnya, laporan menyebut 9 orang tewas. Namun beberapa jam kemudian, angka ini sempat naik menjadi 10 setelah jenazah tambahan ditemukan di bawah reruntuhan. CNN Indonesia mencatat total korban yang terdata, baik tewas maupun selamat, sudah mencapai 112 orang.


Meski begitu, angka korban tewas masih simpang siur. Beberapa media lokal bahkan menyebut bisa saja jumlah korban mencapai belasan orang karena masih ada santri yang belum ditemukan. Pihak Basarnas dan BNPB menekankan bahwa data resmi akan terus diperbarui seiring proses evakuasi.


Mengapa Bangunan Bisa Ambruk?

Pertanyaan besar pun muncul: kenapa bangunan bisa ambruk begitu saja? Menurut pengamat konstruksi, ada dugaan struktur gedung tidak cukup kuat menahan beban. Faktor usia bangunan dan kemungkinan kualitas material juga masih ditelusuri.


Pihak kepolisian sudah turun tangan untuk melakukan investigasi. Pemeriksaan akan menyasar izin pembangunan, kualitas konstruksi, hingga potensi kelalaian pihak tertentu. Jika terbukti ada unsur pelanggaran, bisa saja ada sanksi hukum bagi pihak yang bertanggung jawab.


Kesaksian Santri yang Selamat

Sejumlah santri yang berhasil keluar hidup-hidup menceritakan momen mencekam itu. Mereka mendengar suara retakan keras diikuti runtuhan bangunan. Dalam hitungan detik, suasana berubah menjadi kepanikan. Sebagian berusaha berlari keluar, sebagian lain tertimbun dan berteriak minta tolong.


"Semua orang panik, debu tebal menutupi pandangan. Kami hanya bisa saling tarik menarik untuk keluar," ujar salah satu santri yang berhasil selamat. Kesaksian ini menggambarkan betapa cepatnya tragedi itu terjadi.


Pemerintah dan Aparat Turun Tangan

Pemerintah daerah Sidoarjo bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan darurat bagi korban. Tenda pengungsian disiapkan untuk menampung santri dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal.


Menteri PUPR juga disebut akan mengirim tim khusus untuk memeriksa kondisi bangunan dan memberi rekomendasi perbaikan agar tragedi serupa tidak terulang. Di sisi lain, Presiden Jokowi menyampaikan belasungkawa mendalam dan meminta proses evakuasi dipercepat.


Risiko Bangunan Tak Layak di Indonesia

Kasus ini mengingatkan kita bahwa masih banyak bangunan di Indonesia yang berdiri tanpa memperhatikan standar keamanan. Dari sekolah, pabrik, hingga rumah ibadah, risiko roboh bisa menghantui kapan saja.


Tragedi Ponpes Al Khoziny menjadi peringatan keras. Apalagi, bangunan yang dipakai untuk aktivitas pendidikan seharusnya memiliki standar keamanan ekstra. Tidak ada alasan menyepelekan hal ini, karena nyawa manusia yang jadi taruhannya.


Data Terbaru Proses Evakuasi

Hingga artikel ini ditulis, tim gabungan masih melakukan pencarian di titik-titik yang diperkirakan ada korban tertimbun. Alat berat digunakan, tetapi petugas tetap berhati-hati agar tidak merusak kemungkinan tubuh korban yang masih ada di bawah puing.


Basarnas menyebut lebih dari 50 orang masih dalam pencarian. Dengan begitu, potensi bertambahnya korban tewas masih terbuka. Media lokal bahkan sempat menyebut jumlah korban bisa naik hingga 13 orang, meski angka ini belum terkonfirmasi resmi.


Dukungan dan Doa Mengalir

Rasa duka mendalam datang dari berbagai pihak. Warganet ramai-ramai mengirim doa dan simpati melalui media sosial. Banyak juga yang mengkritisi kualitas bangunan dan meminta pemerintah lebih serius melakukan pengawasan.


Beberapa ormas Islam dan lembaga sosial juga menyalurkan bantuan, mulai dari makanan, selimut, hingga obat-obatan. Solidaritas masyarakat menjadi salah satu kekuatan yang menopang para korban di masa sulit ini.


Apa yang Bisa Kita Pelajari?

Tragedi ini tidak hanya soal angka korban, tetapi juga tentang kesadaran akan pentingnya keselamatan bangunan. Kita sering abai dengan detail teknis, padahal inilah yang menentukan apakah sebuah gedung aman ditempati.


Bayangkan, sebuah kesalahan kecil dalam konstruksi bisa berujung hilangnya belasan nyawa. Bukankah lebih baik mencegah daripada menyesal kemudian?


Saatnya Lebih Waspada

Ponpes Sidoarjo ambruk memberi pelajaran pahit. Korban sudah jatuh, keluarga kehilangan orang tercinta, dan ratusan santri trauma. Kini, pertanyaannya: apakah kita akan membiarkan tragedi serupa terulang?


Saatnya pemerintah, pengelola bangunan, dan masyarakat bekerja sama memastikan setiap gedung layak dan aman. Karena keselamatan tidak bisa ditawar.


Bagaimana menurutmu, apakah kasus ini akan membuka mata semua pihak untuk lebih serius soal standar bangunan?